Dalam sesi khusus yang dihadiri oleh Partai Konservatif dan pemerintah Inggris ini, anggota parlemen menyerukan agar
Burma menjadi prioritas dalam kebijakan luar negeri Inggris. “Uni Eropa dan komunitas internasional lainnya, menurut pandangan saya, kurang menunjukkan ketegasannya,” ujar Stephen Crabb. Crabb dan beberapa anggota parlemen lain mengatakan perlunya peninjauan terhadap investasi Inggris di Burma. Berdasarkan data terbaru dari pemerintah Burma, Inggris adalah investor terbesar kedua. Sementara itu, pemerintah Inggris mengatakan bahwa data tersebut tidak akurat karena mengikutsertakan investasi yang sudah dibatalkan. Selain itu, pemerintah Inggris diharapkan meningkatkan usahanya di Dewan Keamanan agar rezim militer
Burma memberi ijin bagi pemantau independen untuk memonitor referendum dari konstitusi baru. Hal ini merupakan langkah berikut setelah pelaksanaan konvensi nasional yang sekarang sedang berlangsung dari agenda Roadmap to democracy. Crabb menyatakan bahwa proses konvensi tersebut sebagai ‘palsu’ dan usaha brutal rezim militer untuk meneruskan agendanya.
Irrawaddy: British opposition MPs urge stronger action on Burma, 25 Okt