Palaung Womens Organization (PWO) dalam pernyataannya 25/10 mengkritisi kekerasan seksual yang dilakukan oleh 9 tentara Burma terhadap 3 perempuan etnis Palaung tanggal 9/10. Ketiga perempuan yang merupakan petan itu mengalami luka parah akibat pemerkosaan tersebut. Salah seorang perempuan tersebut mengalami pecah tengkorak kepala, 4 luka bacokan di bawah dada kiri dan tulang iganya patah. Ia meninggal tanggal 13/10, setelah terlambat dibawa ke rumah sakit.
PWO menyerukan agar komunitas internasional meningkatkan tekanan terhadap rezim militer agar menetapkan gencatan senjata dan menarik mundur tentara. Pada 10/10 juga terjadi perkosaan terhadap perempuan dari Arakan, tapi tidak ada tindak lanjut terhadap pemerkosanya dari pihak yang berwenang.
Narinjara News: PWO condemns sexual violence by Burmese troops against Palaung women, 26 Okt