Sebuah kelompok aktifis pro demokrasi di Rangoon memprakarsai sebuah kampanye baru untuk mendorong bangsa Burma menyuarakan masalah politik dan sosial yang dihadapi negara. Kampanye tersebut, yang disebut “Open Heart” (Hati Terbuka), dimulai oleh kelompok “88 Generation Students” sebelum perayaan 59 tahun kemerdekaan negara ini dari penjajahan Inggris, yang diterima pada tanggal 4 Januari 1948, setelah penjajahan selama lebih dari 120 tahun.
“Kita tidak akan bebas dari penderitaan jika dunia tidak mendengar tangisan kita,” kata kelompok tersebut. “Tujuan kita adalah agar penguasa militer Burma mendengar perasaan bangsa,” kata salah seorang pemimpin kelompok tersebut.
Kampanye ini menyusul beberapa aksi kelompok ini yang sukses akhir tahun lalu. Lima orang pemimpin 88 Generation Students, yang terdiri dari mantan tahanan politik dan pemimpin mahasiswa, ditangkap September yang lalu oleh petugas keamanan.
Dalam menanggapi hal ini, kelompok tersebut memprakarsai kampanye petisi untuk pembebasan mereka. Sebanyak 535,580 orang telah menandatangani petisi yang menuntut reformasi demokrasi di Burma dan pembebasan seluruh tahanan, yaitu kurang lebih sebanyak 1,100 orang tahanan politik negara ini, termasuk ikon pro demokrasi Aung San Suu Kyi. Tanda tangan tersebut kemudian dikirim ke markas besar PBB di New York.