Cina dan Rusia mengecewakan Burma, ujar oposisi

Kelompok-kelompok Cina dan Rusia untuk vetonya terhadap resolusi rancangan AS tentang Burma di Dewan Keamanan PBB hari Jum’at lalu.

Resolusi tersebut tidak menuntut pemberian sangsi terhadap rezim militer Burma tetapi menghimbau rezim junta tersebut untuk membebaskan semua tahanan politik, memulai pembicaraan dan mengakhiri serangan militer dan pelanggaran HAM terhadap etnik minoritas. Resolusi yang disponsori oleh AS dan Inggris itu menerima sembilan suara: Belgia, Perancis, Ghana, Italia, Panama, Peru, Slovakia, Inggris dan AS. Cina dan Rusia, keduanya anggota tetap Dewan Keamanan PBB, memveto kesembilan suara ini, dan anggota tidak tetap Afrika Selatan mengikutinya. Indonesia, Qatar dan Republik Congo abstain. Pejabat Duta Besar AS Alejandro Wolff dan Duta Besar Inggris Emyr Jones Parry menyatakan kekecewaan mereka, dan mengatakan bahwa resolusi tersebut dapat memberikan isyarat yang jauh lebih dibutuhkan dari anggota Dewan Keamanan dan kecewa atas kegagalan Dewan Keamanan mengadopsi resolusi tersebut. Ia menambahkan bahwa junta dengan sewenang-wenang menangkap, menganiaya, memperkosa dan menghukum mati rakyatnya sendiri, memerangi kaum minoritas, sementara menutup mata terhadap meningkatnya pengungsi, narkotika, perdagangan manusia dan penyakit menular dibiarkan tak tertangani.

Tinggalkan sebuah Komentar